• Posted by : Lord Gabut Rabu, 21 Agustus 2019


    Yoo hallo semuanya,, apa kabar kalian.? Bik-baik saja bukan,,?? Balik lagi dengan Lord Gabut di sini.. :V
    Kali ini saya akan membahas tentang “Kenapa sih Indonesia itu kayaknya anti banget dengan anime dari jepang?”, pasti kalian para pecinta anime mempunyai pertanyaan yang sama bukan.? Dan sebelum kita masuk ke inti pembahasan, di sini saya bukan bermaksud  untuk menjelek-jelekan Indonesia dan Anime, lagian anime itu kalau di tayangkan di Indonesia kurang pas menurut saya, yang nantinya akan saya bahas juga, nahh tanpa basa-basi lagi ayo kita langsung ke pokok pembahasan..

    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

    Nahh, kenapa sih Indonesia itu sangat anti banget dengan Anime, walaupun ada beberapa Anime yang sempat di tayangkan di Indoesia seperti Naruto, Onepiece, Dragon Ball, doraemon, dan masih banyak lagi..  Lalu mengapa sih Indonesia tidak menayangkan anime yang sering kita tonton di beberapa situs internet.? Dan saya pernah mendengar bahwa Anime Noragami akan tayang di televisi Indonesia, bagi kalian para Otaku pasti pernah mendengar kabar ini, dan kemungkinan Noragami akan tayang di Indonesia itu pasti akan menjadi PHP doang menurut saya, kalo memang PHP doang ya kalian gk usah protes karena memang anime itu tidak cocok untuk semua umur menurut saya..



    “bang,, Kenapa sih sedikit banget anime yang di tayangkan di indonesia, apakah indonesia tidak mampu membeli anime, atau emang ada alasan lainnya..??” pertanyaan ini akan saya jawab,, tapi ingat, ini hanya pendapat saya dan bukan berarti ini alasan kenapa Indonesia anti banget sama anime..

    Menurut saya, anime itu tidak ramah dengan usia, itulah mungkin mengapa Indonesia tidak menayangkannya, kalian ambil saja contoh Naruto, di situ ada beberapa adegan yang di sensor dan bahkan ada juga yang di skip adegannya, tidak Cuma anime, kalian tonton saja film-film saat adegan berantem, banyak banget adegan yang di potong, mulai dari pas mau mukul ehh tiba tiba lawannya udah jatuh, kan lucu jadinya dan gk nyaman banget di tonton karena banyak yang di skip..



    Alasan selanjutnya adalah Anime itu memang sangat mahal guyss,, kalian bayangin saja dari selancar dunia maya saya mengetahui bahwa biaya membuat anime adalah 11 juta yen/episode atau sekitar Rp.1,32 miiyar/episode dan untuk satu season yang memiliki 12 episode bisa menghabiskan biaya sampai sekitar Rp.15,84 miliyar/season,, wowww,,, biaya produksi tersebut terdiri dari planing, skenario, story word, menggambar, mewarnai, dan filmingsasi.. 



    Kemudian biaya penjualan anime mungkin akan sangat mahal bagi negara seperti Indonesia ini, itupun mungkin hanya mendapat beberapa episode saja, itulah mengapa Indonesia memilih film-film yang harganya terjangkau dan episodenya banyak, walaupun Indonesia mampu membeli anime, Indonesia harus memberi dubbing indonesia yang harus mencari orang yang pas untuk mengisi suara dan lagi-lagi larinya ke biaya untuk pengisian suara..



    Nahh,, anime sendiri adalah animasi yang sangat mahal dan dengan banyaknya adegan dewasa yang ditunjukkan oleh anime, Indonesia juga harus lebih pintar dalam memilih anime yang cocok untuk semua umur, dan saya juga sebagai pecinta anime sama sekali tidak mementingkan bahwa anime harus tayang di Indonesia..

    Kesimpulannya, memang banyak anime yang kurang bisa di terima oleh negara kita tercinta ini, tidak hanya di Indonesia, ada juga negara lain yang mengalami masalah serupa..

    Nahh,, itulah pendapat saya tentang Indonesia yang tidak bisa menayangkan beberapa anime. Saya mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, tidak usah di anggap serius,, lalu bagaimana pendapat kalian.? Silahkan tulis di kolom komentar.

    So,, sampai segitu dulu pembahasan kali ini. Saya Lord Gabut, sampai jumpa di pembahasan berikutnya dan selamat berimajinasi,, bye byeee.....
    ======================================================================

    0 komentar

  • Copyright © - Lord Gabut - Lord Gabut - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan